Selasa, 11 Oktober 2011

SESAL SENDIRI

Terlepas belum sempat teraih
Memudar mungkin saja kan sirna
Sepenggal harapan yang berharapkan wujud
Secuil mimpi yang memimpikan nyata

Awanpun bergulung tipis yang sinis
Langit yang jauh semakin angkuh
Mentari panas begitu bengis
Sesali hari tanpa belas kasih

Malam tanpa makna
Dengan kerlip bintang kehampaan
Temaram naungan sinar bulan yang suram sedih
Samar kilau air mata ratapi galau

Tidak ada komentar: